
Halo teman-teman! Pernahkah kalian bertanya, kenapa tegangan listrik di rumah bisa pas 220 Volt? Padahal, listrik yang dikirim dari pembangkit itu tegangannya sangat tinggi, bisa sampai ribuan Volt. Jawabannya adalah karena ada “pahlawan” kecil bernama transformator atau yang biasa kita sebut trafo. Trafo inilah yang bertugas mengubah tegangan listrik, entah itu menaikkan atau menurunkannya.
Bagaimana Trafo Bekerja? 🤔

Trafo bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Ingat, magnet dan listrik itu saling berkaitan! Trafo terdiri dari dua lilitan kawat (kumparan) yang dililitkan pada inti besi.
- Kumparan Primer (Np): Kumparan tempat listrik masuk.
- Kumparan Sekunder (Ns): Kumparan tempat listrik keluar setelah diubah tegangannya.
Saat arus listrik AC (arus bolak-balik) mengalir di kumparan primer, arus ini menciptakan medan magnet yang berubah-ubah. Medan magnet yang berubah inilah yang menginduksi (menciptakan) arus listrik di kumparan sekunder. Besar tegangan yang dihasilkan di kumparan sekunder tergantung pada jumlah lilitan di kedua kumparan.
Jenis-Jenis Trafo 💡
Ada dua jenis trafo, tergantung fungsinya:
- Trafo Step-up: Menaikkan tegangan. Cirinya, jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada kumparan primer (Ns>Np).
- Trafo Step-down: Menurunkan tegangan. Cirinya, jumlah lilitan kumparan sekunder lebih sedikit daripada kumparan primer (Ns<Np).
Rumus Trafo: Hubungan Lilitan, Tegangan, dan Arus
Hubungan antara jumlah lilitan (N), tegangan (V), dan kuat arus (I) pada trafo bisa dirumuskan sebagai berikut:

Di mana:
- Vp = Tegangan pada kumparan primer
- Vs = Tegangan pada kumparan sekunder
- Np = Jumlah lilitan kumparan primer
- Ns = Jumlah lilitan kumparan sekunder
Nah, untuk arus, rumusnya kebalikan dari tegangan karena trafo ideal memiliki efisiensi 100% (daya masuk sama dengan daya keluar):

Di mana:
- Ip = Kuat arus pada kumparan primer
- Is = Kuat arus pada kumparan sekunder
Contoh Soal dan Penyelesaiannya
Soal: Sebuah trafo memiliki 200 lilitan primer dan 50 lilitan sekunder. Jika tegangan pada kumparan primer 220 V, berapakah tegangan pada kumparan sekunder?
Penyelesaian:
- Diketahui: Np=200, Ns=50, Vp=220V
- Ditanya: Vs = ?
- Jawab:
- Vs:Vp=Ns:Np
- Vs:220=50:200
- Vs:220=1:4
- Vs=220:4
- Vs=55V
Jadi, tegangan pada kumparan sekunder adalah 55 Volt. Karena tegangan turun, ini adalah trafo step-down.
Soal Latihan Mandiri
Yuk, coba selesaikan soal-soal ini untuk menguji pemahamanmu!
- Sebuah trafo memiliki 400 lilitan primer dan 1.600 lilitan sekunder. Jika tegangan primer 110 V, berapakah tegangan sekundernya? Jenis trafo apakah ini?
- Sebuah trafo dihubungkan ke sumber tegangan 200 V dan menghasilkan tegangan 50 V. Jika jumlah lilitan primer 1.000, berapakah jumlah lilitan sekundernya?
- Trafo pada soal nomor 1 memiliki kuat arus primer 8 A. Berapakah kuat arus sekundernya?